Dulu waktu zaman SMA saya sering banget travelling ke sana sini dan gapernah ngerasa capek. Dari perjalanan yang hanya memakan waktu 1 jam sampai yang berjam-jam lamanya. Dan itu saya tempuh dengan motor bersama teman-teman. And It was an amazing experiences.
Dan seminggu yang lalu saya pergi menuju ke daerah kabupaten lombok utara. Saya menuju sebuah destinasi wisata yaitu air terjun tiu kelep. And it was a long trip. Saya kesana menggunakan sepedah motor dan rasanya tak seperti dulu hahahahaha.... maybe i was being old. Nooooooo!! Mungkin itu karena saya sudah jarang melakukan travelling dengan waktu tempuh 2 jam. Saya merekomendasikan untuk naik mobil jika ingin menuju air terjun tiu kelep.
Terdapat 3 jalur (yang saya ketahui) menuju ke tiu kelep. Yaitu jalur pusuk, senggigi dan sembalun. Untuk kalian yang berada di daerah mataram atau lombok barat anda bisa menggunakan jalur senggigi atau jalur pusuk. Untuk lombok timur bisa menggunakan jalur sembalun karena jarak yang dekat. Waktu itu saya pergi menggunakan jalur pusuk dan pulang melewati senggigi. Perbedaan jalur tersebut hanya di awal saja jika lewat pusuk anda akan melewati mongkey forest dan jika nelewati senggigi anda akan melewati pinggir pantai. Sepanjang perjalanan terasa sangat menyenangkan karena pemandangan yang di suguhkan sungguh indah. Saya melewati hutan pantai sawah dan padang rumput yang sangat indah.
Setelah sampai di sana saya membayar uang retribusi dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Trek pertama saya melewati anak tangga yang menurun. Setelah anak tangga habis saya di suguhkan dengan pemandangan air terjun sendang gile. Selanjutnya saya harus melewati jalan setapak yang menembus hutan untuk sampai ke air terjun tiu kelep. Dan akhirnya sampai.
Air terjun tiu kelep merupakan salah satu destinasi di pulau lombok yang sangat di sukai oleh para tourist asing maupun tourist lokal. Air terjun ini sangatlah indah kamu harus coba ke air terjun tiu kelep dan rasakan sendiri sensasinya.
Keep amazing and lets travelling!
And watch this video!
https://youtu.be/DTzuDarvbUQ
Sumber foto : dokumentasi pribadi
Living In Wanderlust
Jumat, 28 Juli 2017
Selasa, 18 Juli 2017
Tibu Ijo
Senin, 17 juli 2017 saya bersama kedua teman saya jalan-jalan ke tibu ijo. kali ini saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan saya dan tibu ijo.
Tibu ijo adalah sebuah air terjun yang tidak terlalu tinggi yang kira-kira timgginya 2-3 meter yang letaknya di tengah hutan dan berada di kecamatan gunung sari, lombok barat. Di bawah air terjun terdapat sebuah tempat seperti kolam yang memiliki kedalaman sekitar 2-2.5 meter. Karena kedalaman dari kolam tersebut sehingga air kolam dari tibu ijo terlihat berwarna hijau dan kira-kira dari situlah muncul nama tiu ijo. Tibu ijo memiliki air yang bening, bersih dan juga sangat menyegarkan.
Dari tempat tinggal saya menuju tibu ijo sangatlah dekat hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju ke kawasan parkir tibu ijo. kalau dari daerah pusat kota kira-kira membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit tergantung dengan kondisi jalan. ohiya kawasan parkir yang saya maksudkan adalah rumah warga yang berada di sekitar kawasan tibu ijo. biaya retribusi parkir di tibu ijo tidaklah mahal hanya 2 ribu rupiah saja untuk kendaraan roda dua. dari tempat parkir motor saya dan teman-teman harus berjalan kaki lagi sekitar 20-30 menit menembus hutan untuk sampai ke tibu ijo. jalan di hutan tersebut adalah jalan setapak yang sangat kecil.
Di tengah hutan suasananya sangatlah asri, dimana pohon-pohon melambai-lambai karena tertiup angin dan suara air dari sungai yang sangat merdu. perjalanan kami tidak lah terasa berat karena suasananya yang asyik. kami mengobrol di sepanjang jalan dan tak jarang kami beristirahat sambil mengabadikan foto di sungai yang berada di tengah hutan tersebut. sungai tersebut sangatlah indah dimana terdapat batu-batu yang besar dan aliran air yang tidak terlalu deras yang membuat kami nyaman berada di sana. ketika energi kami sudah kembali kami melanjutkan perjalanan tersebut. di tengah hutan sana kami harus membayar retribusi sebesar 3ribu rupiah per orang. setelah itu kami lanjut berjalan melewati hutan, menyeberangi sungai dan akhirnya sampai.
Setelah sampai di sana kami langsung terpukau oleh keindahan dari tibu ijo tersebut, dimana airnya yang hijau di kelilingi tebing dan pohon-pohon yang hijau dan rindang, dan juga suara dari air terjun yang sangat nyaman di telinga kami. kami pun langsung bersiap untuk berenang di dalam kolam tersebut. setelah semua siap termasuk sport cam kami pun siap untuk beraksi, kami naik ketempat yang lebih tinggi lalu melompat kedalam air dan "burrrrrrr!!" air yang sangat segar tersebut membuat kami tambah bersemangat untuk berenang. kami pun mencoba untuk menyelam sambil merekam keindahan dalam air tersebut. didasar kolam terdapat batu-batu kali yang sangat indah. ohiyaa untuk yang tidak bisa berenang tidak di anjurkan berenang di kolam tersebut karena sangatlah dalam tetapi untuk kalian yang tidak bisa berenang jangan khawtir kalian bisa bermain air di atas air terjun tersebut.
Setelah puas dan letih kami pun istirahat dan mengganti pakaian kami dan kembali pulang ke rumah. sungguh pengalaman yang sangat seru. Terimakasi sudah membaca.
PS: Terdapat kekurangan dalam tempat wisata ini karena tidak adanya penunjuk jalan untuk menuju tempat tersebut sehingga jika kalian ingin mengunjungi tempat ini lebih baik anda di temani oleh orang yang pernah ke tempat tersebut.
Sumber foto: Dokumen pribadi
Langganan:
Postingan (Atom)







